Sabtu, 02 Mei 2015

Ciri-ciri, Kebiasaan, Persebaran, dan Konservasi Burung Wiwik.


Burung wiwik kelabu atau kedasih (Cacomantis merulinus) berukuran kecil dengan panjang tubuh sekitar 21 cm. Burung kedasih dewasa berwarna abu-abu di bagian kepala, leher dan dada sebelah atas. Punggungnya merah kecoklatan dan perutnya kuning jingga. Sisi bawah ekor dengan warna putih di ujung-ujung bulu yang kehitaman. Burung muda berwarna burik; kecoklatan dengan garis-garis hitam di sisi atas tubuh, dan keputihan dengan garis-garis hitam yang lebih halus.
Burung wiwik kelabu atau kedasih
Burung wiwik kelabu atau kedasih (Cacomantis merulinus)
Burung wiwik kelabu memakan buah kecil, laba-laba, kumbang, dan serangga lain. Habitat yang disukai burung parasit ini adalah hutan, hutan sekunder, tepi hutan, tegalan hingga di sekitar pemukiman di pedesaan.
Di Indonesia burung wiwik kelabu ditemukan hidup tersebar mulai di Sumatera, Kalimantan, Jawa, Bali, hingga Sulawesi. Selain itu dijumpai juga di Semenanjung Malaya, Filipina, Thailand, Vietnam, Laos, Kamboja, Myanmar, China, Bangladesh, hingga India.
Suara kicauan burung wiwik kelabu khas dan terkesat menyayat hati. Bunyi kicauannya Tii..tut..twiiit, ..tii..tut..twiiit, .. tii..tut..twiiit”, bertambah cepat dan bertambah tinggi nadanya. Atau bunyi, “tii..tut..twiiit, ..twiit, ..twiit, ..twit, ..twit, ..wit, ..wit, ..wit-wit-wit-wit-wit-wit”; dengan nada yang meninggi di awal kemudian semakin menurun dan semakin pendek di akhir.
Populasi burung parasit bernama inggris Plaintive Cuckoo ini diperkirakan masih melimpah dan belum terancam punah. IUCN Red List melabelinya dengan status konservasi Least Concern (Resiko Rendah). Dan di Indonesia, burung kedasih atau wiwik kelabu (Cacomantis merulinus) pun tidak termasuk dalam daftar hewan yang dilindungi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar